Profil Padukuhan

21 Desember 2025
DIFA NUARI SAPTA
Dibaca 1.350 Kali
Profil Padukuhan

Padukuhan Jetis

Jetis merupakan padukuhan yang terletak berbatasan dengan kalurahan Sumberagung. Ada beberapa nama kampung di padukuhan jetis yang sampai saat ini masih dipakai untuk menamai suatu wilayah di padukuhan jetis yaitu Keron, Kolowenang, Jetis, Kragilan, Tegalmas, dan Trukan Jitar. Nama kolowenang lebih masyhur dan familiar di telinga orang daripada jetis, hal ini dikarenakan wilayah kolowenang terletak di pertigaan ruas jalan provinsi kebon agung - godean sehingga dikenal dengan pertigaan kolowenang. Selain itu di padukuhan jetis ada 2 makam yang digunakan oleh warga masyarakat untuk menguburkan orang yang sudah meninggal yaitu kuburan keron dan kuburan kolowenang.

Pejabat yang pernah menjadi dukuh di Padukuhan Jetis yaitu :

1946 - 1989  : Harjo Sentono
1989  - 2009  : Kumiyan
2009 - 2024  : Sutini
2024 - sekarang  : Fajar Dwi Saputra

Padukuhan Puluhan 

Ada 2 nama kampung di padukuhan puluhan yaitu puluhan dan jerukan. Batas antara kampung puluhan dan jerukan yaitu tanah kas desa yang digunakan untuk Lahan KWT, Kandang ternak dan lapangan voli. Padukuhan puluhan memiliki 2 (dua) makam yaitu makam puluhan dan makam jatiloyo.

Pejabat yang pernah menjadi dukuh di Padukuhan Puluhan yaitu :

1946 - 1991 : Pujo Martoyo
1991 - 2023 : Y. Sumaryanto
2024 - sekarang : Is Mugitahara

 

Padukuhan Pingitan

Ada beberapa kampung di dusun pingitan yang masih familiar digunakan oleh warga masyarakat sampai saat ini yaitu Gudang, Madeyan, Jitar 3, Pingitan dan Pancas. Padukuhan pingitan memiliki satu makam yaitu makam pingitan yang berada di sisi timur padukuhan.

Pejabat yang pernah menjadi dukuh di Padukuhan Pingitan yaitu :

1946 - 1976 : Kromo Dikoro
1976 - 2003 : Marsum BW
2004 - sekarang : Y. Susanto Nugroho

 

Padukuhan Jitar

Jitar merupakan padukuhan padukuhan paling barat kalurahan sumberarum yang berbatasan langsung dengan sungai progo yang membentang dari utara ke selatan. Ada tempat peribadatan di padukuhan Jitar yaitu Masjid Jannatun Naim untuk orang yang beragama islam, dimana arti jannatun naim yaitu surga yang penuh kenimatan. Serta Sendang Jati Ningsih yang merupakan tempat peribadahan umat nasrani.

Ada 3 makam yang digunakan oleh warga jitar yaitu makam kukuran, makam Ndermo dan makam Gede.

Pejabat yang pernah menjadi dukuh di Padukuhan Jitar yaitu :

1946 - 1989 : Marto Disastro
1990 - sekarang : Iganatius Tukiman
     

Padukuhan Jitar Dukuh

Jitar Dukuh memiliki letak yang unik dimana beberapa wilayah ada yang terpisah hamparan sawah. Ada beberapa kampung dijitar dukuh yaitu Gejagan, Jitar Dukuh dan Bandelan. Gejagan merupakan kampung yang terletak dipaling timur padukuhan jitar dukuh yang didalamnya mencakup RT 3 dan RT 4 RT 05. Adapun Bandelan mencakup RT 2 dan Jitar Dukuh mencakup RT 01. Ada 2 (dua) makam di Padukuhan Jitar dukuh yaitu Makam Weru dan Makam Bandelan.

Pejabat yang pernah menjadi dukuh di Padukuhan Jitar Dukuh yaitu :

1946 - 1989 : Harjo Ngadino
1990 - 2018 : Sumaryoto
2020 - sekarang : Sundari

 

Padukuhan Jitar Ngemplak

Ada 3 kampung yang ada di wilayah jitar ngemplak yaitu Jitar Dukuh, Jitar Ngemplak, Ketos dan Ngampo.

Pejabat yang pernah menjadi dukuh di Padukuhan Jitar Ngemplak yaitu :

1946 - ........ : Surodinomo
........ - 1973 : Harto Wiyono
1976 - 2019 : Antonius Suparjo
2020 - sekarang : Deddy Kurniawan

 

Padukuhan Karanganjir

Asal usul adanya pohon anjir yang tinggi dan besar kemudian dinamai dusun karanganjir. Cukup banyak nama kampung di Padukuhan Karanganjir ini yaitu Gege, Mojo, Duren, Gondang, Njambu dan Kongsen. Nama kampung tersebut sampai saat ini masih digunakan oleh masyarakat.

Pejabat yang pernah menjadi dukuh di Padukuhan Karanganjir yaitu :

1946 - ......... : Darmo Wiyoto
........ - 1989 : Mangku Suwarno
1990 - sekarang : Hartono

 

Padukuhan Sejati Pasar

Ada 3 nama kampung di sejati pasar yaitu Bobor, Sejati dan Tegal. Dusun ini juga memiliki situs sejarah yaitu Masjid Jami’ Diponegoro dan Sendang Bobor sebanyak 7 mata air. Selain itu ada makam cukup besar yang digunakan oleh beberapa padukuhan diantaranya Setran, Gejagan, Karanganjir, Sejati Desa, Ngrandu, dan Sejati Dukuh yang dinamai makam Ngresak. Dimana dimakam tersebut ada makam pahlawan yaitu Koptu Jemirin.

Pejabat yang pernah menjadi dukuh di Padukuhan Sejati Pasar yaitu :

1946 - 1990 : Harjo Utomo
1990 - 2018 : Rukimin
2020 - sekarang : Purnomo

 

Padukuhan Sejati Desa

Ada beberapa kampung diantaranya Tegal, Ndeso, Mbulu, Jurug, Pereng, Srumbung dan Jangkang. Nama nama kampung tersebut sampai saat ini masih digunakan dan familiar di tengah tengah masyarakat. Sejati Desa merupakan satu satunya Desa Wisata di Kalurahan Sumberarum, dengan nama Desa Wisata Pelangi Progo.

Pejabat yang pernah menjadi dukuh di Padukuhan Sejati Desa yaitu :

1946 - 1968 : Kerto Diryo
1968 - 2004 : Giman Haryanto
2005 - sekarang : Wardani

 

Padukuhan Sejati Dukuh

Budaya yang masih lekat dan sering dilaksanakan tiap tahun oleh masyarakat yaitu baritan dan wiwitan. Kapel Don Bocso merupakan tempat peribadatan umat katholik yang digunakan oleh masyarakat Sumberarum.

Pejabat yang pernah menjadi dukuh di Padukuhan Sejati Dukuh yaitu :

1946 - ....... : Suro Pawiro
........ - ........ : Tondo Wiharjo
........ - 2011 : Radjak Suwito Harjono
2011 - sekarang   Sayudi

 

Padukuhan Sejati Trukan 

Pejabat yang pernah menjadi dukuh di Padukuhan Sejati Trukam yaitu :

1946 - 1991 : Cipto Sudarmo
1991 - 2010 : FX. Djaka Suwarsono
2011 - sekarang : Anastasia Itta Herawatie

 

Padukuhan Pakelan

Pakelan merupakan padukuhan yang terletak di paling selatan Kalurahan Sumberarum berbatasan langsung dengan kalurahan Sumberrahayu dan sungai progo. Ada beberapa kampung yaitu Ngringin, Ngrandu, Depok, Joton dan Pakelan. Budaya yang masih dilestarikan yaitu seni jathilan dan lurik.

Pejabat yang pernah menjadi dukuh di Padukuhan Pakelan yaitu :

1946 - 1984 : Sumodiharjo
1984 - 2018 : Parijo NS
2020 - sekarang : Yuniken Nur Arifah

 

Padukuhan Setran

Setran merupakan ibukotanya Sumberarum karena kantor Kalurahan Sumberarum termasuk wilayah di padukuhan Setran. Ada beberapa kampung yaitu setran, mbulu, buntut, gayam dan pungkruk.

Pejabat yang pernah menjadi dukuh di Padukuhan Setran yaitu :

1946 - 1957 : Wiryo Utomo 
1957 - 1989 : Setro Dikoro  
1991 - sekarang : Tri Kuntadi

 

Padukuhan Donon

Ada 2 (dua) kampung di padukuhan Donon yaitu Donon dan Gumuk. Donon mencakup RT 01, 02, 03 dan sebagian RT 4 adapun gumuk mencakup sebagian RT 04 dan RT 05. Makam besole merupakan makam yang digunakan oleh masyarakat Donon. Budaya yang masih dilestarikan yaitu karawitan.

Pejabat yang pernah menjadi dukuh di Padukuhan Donon yaitu :

1946 - 1980 : Joyo Wiyono  
1983 - 2017 : Sarjono
2017 - sekarang : Nurhidayah

 

Padukuhan Tegal Donon

Tegal Donon merupakan padukuhan yang dilintasi jalan kabupaten setran - kaliduren sehingga cukup ramai dilalui berbagai macam kendaraan. Dusun ini juga berbatasan langsung dengan kalurahan Sumberagung Ada beberapa kampung yaitu Sermo Kidul, Pendulan dan Lontong. Penamaan kampung pendulan tak terlepas dengan adanya pasar tradisional pendulan. Adapun penamaan lontong tak terlepas dari adanya peninggalan belanda berupa saluran air berbentuk lontong yang sampai saat ini masih digunakan.

Terdapat makam Gede yang digunakan oleh warga Tegal Donon dan Sermo. Di makam gede terdapat pohon jangkang yang telah berusia puluhan tahun serta ada makam sido loji yang merupakan salah satu prajurit pangeran diponegoro berserta prajurit yang lain.

Pejabat yang pernah menjadi dukuh di Padukuhan Tegal Donon yaitu :

1946 - 1954 : Karjo Miyono
1955 - 1990 : Pawiro Utomo
1990 - 2006 : Gito Wiharjo
2007 - sekarang : Imam Sutrisno

 

Padukuhan Sermo

Ada beberapa kampung didusun ini yaitu Gondang, Tanjung, Sermo, Kedung Gupit, Mbulu dan Ploso. Ada 2 (dua) makam yang masih digunakan oleh warga sermo yaitu makam ploso. Dinamai makam ploso karena adanya pohon ploso ditempat tersebut. Terdapat makam Kanjeng Raden Tumenggung Notoyudo yang berasal dari Dalem Notoyudan Ngampilan. Selain itu juga ada makam Sersan Tukul salah satu pahlawan kemerdekaan.

Pejabat yang pernah menjadi dukuh di Padukuhan Sermo yaitu :

1946 - 1972 : Mangun Sungkono
1973 - 1985 : Rebin Hadi Siswoyo
1991 - 2021 : Sukamto
2023 - sekarang : Ferdianto

Â