Sendang Temanten Duren
Sendang Temanten Duren yang tepatnya di pojok Pedukuhan Karanganjir dan Sejati Pasar juga
dikenal menjadi salah satu sendang yang keramat. Dulu, air Sendang Duren digunakan untuk
keperluan sehari-hari, termasuk mandi, dan masak.
Sendang Temanten Duren terdiri dari dua sumber mata air yang masing-masing diberi tembok
setengah badan. Karena terdiri dari dua sendang itulah lantas dinamai Sendang Temanten.
Dalam keyakinan warga setempat, sendang itu cukup keramat karena pada jaman dulu, air sendang juga dapat dipakai untuk sarana menyembuhkan anak-anak yang mengalami demam, Batuk-batuk,dan cacar air. Terkait upaya usada tersebut, salah satu tetua warga Karanganjir, Mbah
Sobirin mengungkapkan, proses penyembuhan dalam biasanya orangtua yang datang bersama si anak yang mengalami demam atau batuk,diminta untuk mengunyahkan ketam (yuyu) tangkapan dari kali yang ada di sebelah Sendang
“Kalau mendapat yang nggemburi (cangkang lunak) biasanya disuruh mengunyah. Jika mendapat
yang keras, bisa digembrot (bothok), atau bisa juga ditumbuk untuk tapel (ditempelkan) di dahi,”
katanya.
Kala itu sebagai juru kuncinya adalah Mbah Bakri, yang tempat tinggalnya terdekat dengan Sendang
Temanten. Warga yang datang biasanya meminta tolong Mbah Bakri untuk mengungkap maksud dan tujuannya.
Ada mitos di balik keberadaan sendang Temanten Duren ini. Konon bagi pengantin baru dilarang
melewati jalan yang ada di dekat sendang, yang menghubungkan padukuhan Karanganjir-Sejati
Pasar. Bagi temanten baru ada baiknya melewati jalan lain untuk berlalu lalang.
Diketahui, pada era sebelum 80-an, jalan di wilayah itu masih cukup terjal dan suasananya cukup
gelap. Kini jalan di tempat itu sudah relatif landai dengan kondisi aspal. Bahkan dalam sehari-harinya
kini menjadi jalur lalu lintas yang cukup favorit, terutama sebagai jalan alternatif warga Sejati dan
sekitarnya menuju Jitar Pingitan selanjutnya masuk ke jalan Ngapak-Godean. Meski kondisinya
cukup terang dan beraspal, warga tetap meyakini bahwa hal yang tidak bagus bagi tementen baru
melewati jalan tersebut.
Kirim Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin