Koptu Jemirin Gugur di Agresi Militer I Saat Berjuang Demi Negara Penduduk Asli Sumberarum

12 Maret 2026
DIFA NUARI SAPTA
Dibaca 43 Kali
Koptu Jemirin Gugur di Agresi Militer I Saat Berjuang Demi Negara Penduduk Asli Sumberarum

Berjuang demi bangsa dan negara merupakan cita cita setiap warga negara Indonesia, tak terkecuali bagi Jemirin yang merupakan penduduk asli Sejati Pasar Sumberarum Moyudan Sleman. Beliau lahir di Sejati Pasar Sumberarum pada tahun 1920 anak kedua dari seorang ayah yang bernama Pawiro Dikoro, adapun tanggal dan bulan lahir tidak diketahui. Salah seorang warga yang berprofesi sebagai Tentara dengan pangkat Kopral Satu TNI AD. Koptu Jemirin menempuh pendidikan V.S pada tahun 1934.

Pada tahun 1941 sampau dengan Maret 1942 Koptu Jemirin ikut serta dalam anggota Legium Paku Alam Yogyakarta. Tahun 1942, selama 2 bulan di interneer / dipenjara oleh tentara Jepang di Yogyakarta. Pada bulan Juni 1942 sampai dengan 17 Agustus 1945 anggota HEIHO. Tahun 1945 masuk menjadi anggota BKR yang berganti nama menjadi TKR dan terakhir TNI dalam pangkat Kopral

Koptu Jemirin Gugur pada tanggal 25 Februari 1945 dalam menghadapi Agresi I Belanda di Salam, Muntilan. Sebuah kematian yang yang penuh makna meninggal dalam kondisi berjuang demi bangsa dan negara untuk meraih kemerdekaan. Dalam suasana peperangan jenazah almarhum dimakamkam di Salam, Muntilan, Magelang.

Setelah situasi aman, pada bulan Maret 1950 jenazah akan dipindahkan ke Taman Makam Pahlawan Kusumanegara, namun atas permintaan keluarga, dipindahkan di makam Kersak, Sejati Pasar hingga sekarang ini. 

Meskipun jasad beliau sudah terkubur namun namanya tetap harum di hati masyarakat sumberarum. Sebagai bentuk hormat atas pengorbanan koptu jemirin, setiap menjelang hari kemerdekaan Republik Indonesia Pamong dan warga masyarakat secara rutin melaksanakan kegiatan ziarah makam pahlawan sebagai bentuk ucapan terimakasih dan penghargaan yang setinggi tingginya kepada beliau.Â