Penguatan Tata Kelola Data Warisan Budaya Benda Melalui Fitur Kebudayaan Sistem Informasi Desa
Sumberarum - Dalam rangka Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP), Indah Kusuma Wardani dari Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Sleman menginisiasi rancangan aksi perubahan bertajuk “SIDAYA BUDAYA”, yang dilaksanakan di Kalurahan Sumberarum, Kapanewon Moyudan, Kabupaten Sleman.
SIDAYA BUDAYA merupakan inovasi yang berfokus pada penguatan tata kelola data warisan budaya benda melalui pemanfaatan fitur kebudayaan dalam Sistem Informasi Desa (SID). Inisiatif ini bertujuan mengintegrasikan data warisan budaya benda berwujud ke dalam platform digital desa sehingga proses pendataan, dokumentasi, pengelolaan, dan penyebarluasan informasi kebudayaan dapat dilakukan secara lebih akurat, terstruktur, dan mudah diakses.
Melalui aksi perubahan ini, Kalurahan Sumberarum menjadi bagian dari upaya mendorong transformasi digital dalam pelestarian kebudayaan lokal. Potensi budaya yang dimiliki kalurahan, mulai dari benda-benda bersejarah, situs budaya, peninggalan sejarah, hingga berbagai potensi adat dan tradisi yang menyertainya, diharapkan dapat terdokumentasi dengan baik sebagai sumber informasi dan pengetahuan bagi masyarakat.
Penguatan tata kelola data melalui SIDAYA BUDAYA juga diharapkan dapat meningkatkan sinergi antara pemerintah kalurahan dan Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman dalam mewujudkan pengelolaan data kebudayaan yang lebih terpadu. Dengan dukungan sistem digital, informasi kebudayaan tidak hanya tersimpan sebagai arsip, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan edukasi, referensi sejarah lokal, serta pendukung perencanaan program pelestarian warisan budaya.
Pelaksanaan rancangan aksi perubahan di Kalurahan Sumberarum menjadi langkah strategis dalam membangun tata kelola kebudayaan berbasis teknologi informasi. Inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan informasi kebudayaan sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga, merawat, dan melestarikan warisan budaya yang menjadi identitas serta kekayaan daerah.
Kirim Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin